dunia bergejolak kalau tiap orang bergerak sesuai panggilan jiwanya

Seringkali kita merasa bahwa kita tidak cukup beruntung, tidak cukup cantik atau ganteng, tidak cukup pintar, dan semua ketidakcukupan lainnya. sering juga kita melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. melihat bahwa kakak kita lebih beruntung dari diri kita sendiri. atau kenapa sih porsi nasi yang boleh dia makan lebih banyak daripada saya?

Pertanyaan berikutnya, apakah kita benar-benar tahu seberapa cantikkah kita dibutuhkan agar kita bisa bahagia? atau seberapa hijaukan rumput yang kita inginkan sebenarnya? begitupula halnya dengan profil kakak beruntung maupun jumlah nasi yang benar bisa membuat kita merasa cukup.

Manusia sering terjebak ke dalam kadar-kadar serta ‘bungkus’ yang membuat mereka lupa akan tujuan. kita fokus kepada persaingan, kompetisi, dan balapan untuk menjadi ‘yang ter-‘ tanpa sadar apakah memang menjadi ‘yang ter-‘ itu lah hal yang paling baik untuk kita. sebelum menjawab, tentunya jawaban tersebut tidak bisa terpisah dari kesatuan konsep akan tujuan si manusia untuk melakukan aktivitas yang mampu memberikan dia predikat ‘yang ter-‘ itu. globalisasi pun membuat persaingan yang tadinya tahunan, bulanan, harian, dan kini terakselerasi ribuan kali lipat hingga per detik akibat fasilitas revolusi informasi. terus menerus saling mengakselerasi kecepatan dan berusaha meninggalkan kompetitor jauh di belakang. tapi, kenapa kita perlu berkompetisi kalau bisa tidak berkompetisi?

sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik akhlaknya..

sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi banyak orang..

Tidakkah kita bertanya-tanya untuk apakah kita diciptakan, dan peran apa yang kita mainkan dalam skenario dunia? Adapun, manusia diciptakan ke dunia dengan tujuan untuk beribadah dan menjadi khalifah (pemimpin). pernahkan kita bertanya beribadah seperti apa, dan pemimpin seperti apa yang dimaksud?

anggap saja dunia kita dihuni oleh 4 M jiwa penduduk, berarti seharusnya terdapat 4 M jiwa yang beribadah dan menjadi pemimpin. dengan demikian, seharusnya ibadah dan kepemimpinan tidak diwakili oleh sebagian kecil manusia saja, melainkan dilakukan oleh masing-masing individunya pada peran, fungsi, dan posisi yang tepat.

jikalau hidup adalah sebuah pertandingan atletik, tentunya kemenangan ditentukan dari siapakah orang yang paling cepat mencapai garis finish tanpa didiskualifikasi. tujuan berlari adalah agar menang, sehingga apapun cara metode dan persiapan yang perlu dilakukan adalah dalam rangka memperkuat otot-otot sehingga si atlet nantinya bisa mencapai garis finish paling cepat. seorang atlit lari dilatih untuk memiliki kapasitas paru-paru yang besar, otot-otot yang fleksibel, serta tungkai yang kuat. seorang atlit lari tidak akan dilatih untuk menendang bola dengan keras, karena dia tidak perlu mampu mencetak gol di pertandingan atletik. tidak pula akan dia dilatih bagaimana untuk memukul shuttle cock dengan smash kencang kerena dia tidak perlu memegang raket saat bertanding atletik.

selama ini, kita selalu diingatkan untuk selalu bekerja keras, tapi kita tidak diberi pemahaman kenapa kita harus bekerja keras, dan bekerja keras seperti apakah yang dimaksud. sekolah mengajarkan jangan membuang sampah sembarangan, tapi kita tidak tahu apa akibatnya kalau sampah dibuang sembarangan saat itu juga dan jumlah ketersediaan tempat sampah yang ada seringkali tidak diperhatikan. dan secara tidak sadar, menjadi terlalu sering mempersoalkan persaingan daripada mengulik metode yang possible untuk meraih tujuan yang diinginkan.

Manusia mungkin lupa bahwa dia diutus ke dunia untuk menunaikan tugas mulia, dimana tiap manusia memiliki peran spesifik yang hanya diketahui dan dapat dilihat oleh dirinya berdasarkan tanda-tanda semesta alam. kita adalah korelasi dan kerterkaitan satu sama lain yang kemudian membentuk jejaring super besar yang tentunya tidak dapat terlepas antar titiknya. Kita sering merasa takut, karena merasa kita tidak cukup kuat dan hebat untuk mengerjakan tugas yang dititipkan kepada kita. Kita sering merasa bahwa ada orang lain yang lebih mampu untuk mengerjakan hal tersebut dibanding diri kita, padahal kita jarang mencari tahu siapa diri kita sebenarnya. tanpa kita tahu siapa diri kita, kita tidak akan tahu apa tujuan istimewa yang menjadi alasan kenapa kita yang lahir ke dunia. Kita tidak tahu, sehingga kita tidak yakin.

Pertarungan internal tersebut semakin memanas ditambah singgungan pertarungan eksternal, dalam hal ini pergesekan lintas individu. ketidakyakinan internal berdampak kita terbelenggu dengan perasaan bahwa orang lain tidak akan mau mengerti diri kita sehingga kitalah yang harus berjuang agar tidak ditindas, sibuk bertahan dan melakukan pembenaran yang tidak benar-benar memahamkan alasan keberadaan kita. tidak mau kalah, harus habis-habisan. terus, dan habis-habisan. dan akhirnya kita lelah bertarung, merefleksikan diri, dan menemukan bahwa kita bukan atlit atletik, melainkan atlit renang dan seharusnya berada di kolam renang bukan lapangan atletik. kita terlanjur berlatih di area yang bukan milik kita. Keberagaman latar belakang keluarga, serta interaksi lingkungan menjadikannya manusia yang unik, tapi hal tersebut tidak mengurangi tujuan penciptaannya : beribadah dan khalifah.

Jika tiap penciptaan dilakukan dengan tujuan mulia, maka pada dasarnya semua manusia adalah baik. hanya saja mereka belum ingat dan mampu membaca tanda-tanda yang akan menuntunnya menujuNya.

Read those signs, listen to your heart, have faith, prepare and practice well, then take actions persistently to fulfil your destiny.

Play our part well, the world will follow

Advertisements

3 responses to “dunia bergejolak kalau tiap orang bergerak sesuai panggilan jiwanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s