jadi, kita pengomentar sejati?

sejauh ini bertemu dengan rekan-rekan, ternyata banyak banget yang punya konsep untuk perbaikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat kita. sejauh ini berjalan-jalan, menemukan banyak sekali kesempatan dan peluang untuk kembali menancapkan kejayaan bangsa kita. sejauh ini bermain-main, menemukan banyak sekali ide liar dan gila dan luar biasa dan ajaib yang  dirasa mampu menggetarkan dan merombak keseluruhan ketidakberesan di negara ini yang terjadi. tapi, apa kita memang pengomentar sejati?

kita hobi sekali mengomentari dan membuat konsep, dan kemudian berdebat tentang konsep satu dan lainnya sementar orang lain tidak bisa makan, tidak bisa jalan-jalan, tidak bisa main-main. kita hobi sekali, saling menegasikan, menjadi manusia paling hebat dan paling benar. waduh, bukan jamannya lagi Bung! negeri ini sekarat, dan sekarang semua tangan perlu turun untuk mengobatinya. patungan aja, kamu bisa apa, saya bisa apa, kita bareng bisa apa. Indonesia lagi butuh satu kata : BISA!

yah, ayo, kita udah banyak ide dan gagasan. teman bilang, ide itu harus diberi makan, biar tumbuh subur dan kemudian berbuah. meski dunia persilatan keras, dan banyak cobaan, tapi emang komitmen dan persistensi yang bakal selalu diuji.

huff.

huff.

jangan lelah berlari.

think. talk. act.

jadi, jangan sampai kita berakhir dengan berhasil mendefinisikan sejuta persoalan dalam bangsa ini, but nothing’s happened. mari. mari. mari.

untuk anak cucu, kehidupan kalian pasti akan semakin baik- ya dong, kan ada kita-kita di jaman sekarang yang bakal beresin dulu buat kalian,hehe – . jaga negeri ini.

*ada yang mau ikutan bikin Indonesia masa depan?

Advertisements

15 responses to “jadi, kita pengomentar sejati?

  1. mau kah kita lakukan tes kepribadian? mungkin hampir sbagian besar yg kau temui itu orang2 konseptor….

    dari profil kepribadian yg pernah sy sebarkan….dari 3 orang “good finisher”, hanya 1 orang dr itb…

    moga tak representatif…

  2. kebanyakan teman gw juga konseptor alis tukang omong,
    tapi beberapa–kecil jumlahnya– ternyata berjiwa ‘tukang hajar bleh’

    balance antara si tukang omong dan tukang hajar ini jadinya acara2 macam Senandung, ingat? Anda pernah datang sebentar waktu itu ke kolong Pasupati.

    ayo, temukan lebih banyak ‘tukang hajar bleh’ di ITB. bantu supaya mereka punya konsep yang lebih kuat sehingga acar2 mereka jadi besaaaar manfaatnya.

    salam kenal,
    tiffa.

  3. cuma mau nambahin ajah… komentator bola kita hot banget kalo ngomentarin piala dunia.. menurut gue komentarnya pas banget malah.. tapi sayang tim bola kita belom nyampe mana-mana… tapi apakah memang kita hanya pengomentar sejati?? atau hanya seseorang yang takut bertindak?? *halah apa sih gue ngomongnya lebay gara-gara ngasih komen di blog presoden KM

  4. beuh. nendang 🙂

    “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yg lebih baik amalnya..” (QS Al Mulk:2)

    *selamat idul fitri bul. mohon dimaafkan semua salah, khilaf dan bersitan prasangka yg mungkin ada.

  5. karena itu kali ya, Indonesia ga maju2??

    jika saja kita bisa mengumpulkan 100 orang anak itb yang berpikiran sama, Utang indonesia lunas deh.. 😀

  6. My lovely President…

    Justru di situ tantangannya Shan, bukankah kultur di ITB itu seringnya ngurusi konsep, koar-koar, tapi ga mau aksi ? Kayaknya, kalau aq ikut Forsil dan sejenisnya, banyak bgt orang yang suka kritik, padahal, jangankan ikut aktif turut serta bantu, kasih saran aja susah…Gimana Bu Presiden ?

    Btw, linkmu takmasukin ke blogq ya Shan…
    Tq 🙂
    Gbu…

  7. y klo menurut gw shan, di indonesia itu banyak orang pinternya (bisanya cuman ngomong), banyak orang yang mau berbuatnya (bisany cuman ikut2an), dan juga tidak sedikit yang merupakan gabungan antara keduany (berbuat sesuai idealismeny sendiri), begitu juga di itb

    nah tambahan definisi persoalan indonesia knp indonesia masih bgini2 aja dr gw yaitu;

    karena orang yang pinter tau kalo omongannya dia bisa membawa perubahan kepada dunia dan tau klo orang yang hajar bleh akan mengikuti apa pemikiran dia dengan segala argumentasinya (baik itu hal yang benar, salah maupun yang abu2)

    karena sang eksekutor tau bahwa dengan mengikuti sang orang pinter, maka dia berada dijalan yang benar dan seiring dengan arus yang mengalir sehingga klo dia salah maka di punya argumen dan pembelaan atas kesalahannya

    karena sang idealist ini tau bahwa pemikiran orang pintar ini salah dan semakin pusing lagi dikala ia tau bahwa sang eksekutor mengikuti pemikiran salah dari orang pintar tsb. sang idealist akan melakukan hal yang mnurut mereka benar (walau kenyataannya ngga ada kebenaran yang absolut, tergantung banyakny informasi yang ia punya dan biasanya informasi yg dia punya kurang cukup dalam memutuskan suatu hal) seperti pemberontakan, demo dsb.

    jadi dari hanya ketiga orang berkarakter seperti ini saja akan terjadi ketidak harmonisan. sedangkan kita tau bahwa didunia ini ada hampir tak terhingga karakter manusia.

    dan gw yakin dari tulisan gw ini banyak yg berpendapat klo gw jg merupakan tukang komentar

    dan sebenernya tukang komentar bukan hal yang buruk kan?

    karena gw yakin tukang komentar pasti akan bergerak, atau lebih tepatnya akan mencari orang yang mau bergerak untuknya, untuk memberi makan semua ide2 yang telah diciptakannya.
    karena saat ia yakin bahwa ide2nya tsb tidak akan manifest, saat itu ia sudah bukan menjadi tukang komentar lagi.
    tukang komentar akan menunggu kesempatan untuk menjalankan ide2nya
    yang pada akhirnya dia akan menjadi idealist (kecil) dan kemudian diktator (besar)

    nah solusi dr gw?
    gw rasa indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai visi (idealisme) dan bisa mengarahkan (dengan visiny) ketiga karakter tsb menuju satu arah yang sama yaitu tujuan organisasi/negara.
    memfasilitasi konseptor dengan eksekutor, mengangkat idealist menjadi penasihat. dan mengintegrasikanny dengan persistensi dan komitmen
    pemimpin? aku? kamu? dia? siapun..

    i am indonesian
    i love indonesia
    l love peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s