babakan siliwangi kita bersama

 Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut yaitu keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan wilayah perkotaan tersebut.[PU,2005]

wah, tidak disangka bahasan ini keluar dan memanas lagi. lama sudah sejak isu terakhir si babakan siliwangi ini akan dibangun kondominium atau apartemen dan semacamnya di tahun 2003. kira-kira lima tahun yang lalu, masyarakat bandung berbondong-bondong untuk mencegah pembangunan di ruang resapan air kota bandung utara ini. berhasil, kemudian berakhirlah usaha pembangunan (atau malah sembunyi-sembunyi membangun gedung-gedung yang melanggar aturan main lainnya?ckck).

kira-kira, di bulan juni, jaman-jaman BBM naik, rapim kampus sempat ngebawa isu pembangunan baksil lalu kemudian dibentuk tim khusus dibawah salah satu lembaga. lama setelah itu, sekitar 3 bulan kemudian – tepatnya di jaman-jaman pilwalkot – kemudian isu baksil ini kembali santer terdengar. sejumlah komunitas pun mulai intens bergerak, bahkan sampai mengundang para calon hadir untuk hearing di baksil.

lalu, sekarang, apa perkembangannya? yang jelas, semua orang semakin panik dan harus berlari kencang, secara IMB a.k.a ijin untuk membuat si bangunan ternyata sudah keluar! argh, tampak kota ini harus diselamatkan sekali lagi. ada berbagai pendekatan yang bisa kita pakai, untuk melihat bagaimana baksil diposisikan sebagai ruang terbuka hijau dan ruang publik. dari segi perencanaan, berdasarkan RTRW, baksil memang diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau yang tidak boleh dibangun, kalaupun dibangun hanya ada toleransi 2% – itupun untuk infrastruktur saja. pelanggarnya bisa dihukum penjara, bahkan bisa dicopot dari jabatan bagi si pemberi izin. RTH memiliki fungsi utama (intrinsik) yaitu fungsi ekologis, dan fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu fungsi arsitek-tural, sosial, dan fungsi ekonomi [PU,2005]. contoh sederhana, setiap harinya ada ratusan warga bandung yang memanfaatkan udara segar dari hutan baksil, melakukan pertukaran CO2 menjadi O2, baik lewat lari pagi, ngeceng pagi, maupun senam pagi – berlaku juga untuk sesi sorenya-. yah, kebayang kan, gimana sumpek dan pengapnya sabuga ketika hutan baksil penghasil O2 segar malah berganti dengan bioskop atau mall. masalahnya, bioskop atau mall tidak bisa menukar CO2 menjadi O2.

Definisi ruang publik secara umum adalah ruang yang fungsi dan manfaatnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik atau masyarakat (bukan untuk seseorang ataupun kelompok-kelompok tertentu) [Hastijanti]. ketika baksil adalah ruang publik, sudah seharusnya orang bisa bebas datang-pergi di sana. semua orang berhak untuk bermain bola, belajar, bermain catur, dan apapun, selama tidak merusak fungsinya sebagai ruang publik itu sendiri. ketika baksil dibangun hanya untuk kalangan tertentu saja, berarti ketentuan ruang publik itu sendiri telah dilanggar. dalam pengantar buku Republik tanpa Ruang Publik karya Yasraff A. Piliang, Garin Nugroho menyebutkan bahwa saat ini Indonesia sudah kekurangan ruang publik. ketika ruang publik semakin minim, maka rakyat semakin mini berinteraksi, sehingga demokrasi sesungguhnya dalam republik pun semakin sulit menjadi sempurna – ini rangkuman versi saya, maaf kalau salah.  

pembangunan ini pun mengundang sejumlah desas-desus seru. mulai dari ‘keterlantaran baksil’ penyebab pembangunan, kisah-kisah pelanggaran oleh pengembang, pembangunan lahan parkir, keterlibatan institusi, dll. rame. mulai dari masyarakat sipil, pedagang, akademisi, pemerintah kota, lsm, komunitas, semuanya riweuh.

pembangunan yang kontroversial ini memang tidak diinginkan. namun, kalau kita mampir kesana sekarang, tampak memang baksil tidak terawat. semak-semak, kotoran, sampah, bahkan hutan kota ini agak jauh dari kata ‘terawat’. mau tidak mau, lokasi tersebut pun bisa saja diklaim ‘tidak dirawat = abandoned’, sehingga menjadi argumen yang kuat untuk membangunnya. mungkin ini saatnya warga kembali sadar akan kepemilikan lingkungannya. ketika nantinya kita bisa bebersih bareng, bermain bareng, bebersih bareng, menanam bareng, dan baksil bisa jadi tempat edukasi dan interaksi yang sehat.

jadi, kini seberapa jauh kita dari akhir perjuangan? itung-itungannya, bandung harusnya memiliki 30% lahan RTH, dimana sekarang ini baru mencapai 8%. yo, mari masyarakat bandung yang merasa memiliki – harusnya mah iya – baksil, jadikan babakan siliwangi ruang terbuka hijau milik kita semua, ruang publik yang bisa menjadi wadah pengembangan masyarakat bandung berkelanjutan. jangan hanya secara tertulis dan aturan kita membuatnya demikian, namun ayo kita tancapkan di hati dan lakukan dalam bentuk perbuatan.

btw, tentang ruang terbuka hijau dan ruang publik belum ada yang nulis lho di wikipedia. ada yang berminat? 🙂

Advertisements

11 responses to “babakan siliwangi kita bersama

  1. shana shana shana. ibu presiden ternyata udah nulis duluan. ami malah ketinggalan mau mencari info2 ttg baksil yang bisa mendukung tulisan ni. haha

    hayoh ah!! bersatu urang bandung!

    -yk-

  2. Pingback: adrianPriambudi » Blog Archive » Selamatkan Baksil Juga·

  3. Pingback: BLOGER JANGAN KALAH DUA KALI « My Weblog·

  4. sebaiknya Baksil dibangun.

    tolong dicatat bahwa kata membangun dalam konteks yang gw maksudnkan adalah di’develop’, artinya, ditingkatkan kualitasnya.

    bagaimana wujudnya? yuk. bikin acara tuang ide konsep Baksil. ntar kita pamerin deh ide2nya, yang gede2an. mau?

  5. Pingback: Aksi Peduli Baksil « My Days·

  6. apa alasan dari pemerintah kota bandung untuk membangun daerah ini menjadi mall? saya masih bingung dengan pemikiran yang ada di kepala mereka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s