ikan saya tinggal 8 – kini 5

ada yang kenal baik dengan tipikal ikan Guppy?

beralih dari memelihara Bimbo dan Rufio yang kini kutitipkan ke kolam yang lebih besar, sekarang saya punya peliharaan baru berupa ikan-ikan Guppy yang warna-warni dan kecil.

tulisan diatas beserta judulnya saya mulai ketika ikan Guppy saya masih 8 ekor, padahal sebelumnya ada 12 ekor. yah, ternyata, ganti pemain ganti pula perilakunya. seingat saya, dulu pertama kali membeli Bimbo dan Rufio – yang kini telah pindah rumah – saya merasa jauh lebih was-was. kata orang, ikan mas koki itu super rewel, gampang jamuran, gampang sakit. pengalaman menghabiskan waktu bersama mereka, saya mendapat ilmu baru, bahwa ternyata mas koki memiliki very short term memory, 3 detik saja! itu kenapa mereka selalu makan padahal baru dikasi makan beberapa saat sebelumnya – mereka lupa kalau mereka sudah makan. Hidup bersama Bimbo dan Rufio begitu menyenangkan, mereka membantu saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Hingga masa mudik lebaran tahun lalu, kedua pejuang ini saya titipkan di rumah seorang kawan mengingat ukurannya yang sudah membesar dan memerlukan wahana bermain yang lebih luas.

Lama tanpa akuarium berikan yang menemani saya bekerja, kemudian saya membeli lagi 11 ekor Guppy. kejadiannya cukup lucu. Dua kali bolak-balik karapitan, hanya untuk melihat siapakah makhluk yang beruntung untuk bergabung menjadi penghuni Dago 128c berikutnya. Awalnya, tertarik untuk mengadopsi another mas koki, namun pencarian berakhir dengan kekecewaan. Tidak ada ikan koki yang berkarakter dan mampu menggetarkan hati saat melihatnya. Tampaknya, saya masih kesengsem sama kharisma Bimbo dan Rufio, ada rasa belum ingin menggantikan mereka dengan koki yang lain. Alhasil, tibalah di depan kawanan ikan – yang saat itu saya tidak tahu apa namanya – yang berenang-renang berkawanan dengan bahagia. Ada solidaritas di antara mereka, kenyamanan dan keamanan untuk berkomunitas, dan responsivitas terhadap perilaku di luar akuarium mereka. Jatuh hati untuk kedua kalinya. Saya ingin mengundang mereka menjadi penghuni Dago 128c, sebelum saya bawa ke Ganesha 10 untuk menjadi penghuni baru bekas gedung MKOR atau Campus Center.

Bersemangat dengan spesies baru, saya berdebat dengan Mba penjual. Si Mba bilang kalau jumlah Guppy yang sesuai dengan ukuran akuarium saya adalah 5 ekor. Masih terpesona dengan kerumunan Guppy di akuarium sebelah, hati saya menginginkan jumlah Guppy yang lebih banyak. Biar bisa berkerumun, alasannya. Mba pun menyerah. dan hari itu, pulanglah bersama saya 11 pejuang Guppy – eh, Guppies. Beda dengan Bimbo dan Rufio, 11 anak baru ini belum saya beri nama. Entah mengapa, tampak bingung mencari 11 nama baru yang bisa direkatkan ke mereka. Ketelatan pemberian nama ini pun berlanjut, hingga saya tidak sedekat itu dengan mereka.

Akuarium itu pun diisi dengan 11 ekor Guppy baru, denga warna-warni dasar merah-biru-putih. beda dengan sebelumnya, kini dilengkapi dengan tanaman air sebagai sumber O2. Pompa lebih kecil yang dicurigai tidak cukup tangguh untuk menjernihkan air. Pasir 3 bungkus, menjadi pelengkap dunia buatan para ikan tersebut. Nuansa yang diberikan pun berbeda, kerumunan ikan yang mengutamakan solidaritas dan komunitas. Menarik untuk diamati.

Pukulan pertama ketika salah satu Guppy mati mendadak. Kaku, dingin, dan terdampar di hamparan pasir. Kaget dan sedih. Bahkan nama pun belum sempat saya berikan, namun Tuhan sudah berkehendak lain. Si biru lucu harus pergi meninggalkan teman-temannya. Uh, seandainya dia sudah memiliki nama.

Esoknya, saya membeli Guppy tambahan 2 ekor sekaligus pompa baru dengan kapasitas pembersihan yang lebih baik. Tidak berhenti disana, pukulan kedua pun datang. lagi-lagi, Guppy tiba-tiba mati dengan kondisi yang sama. Panik. Tidak pernah begitu cepat ikan-ikan saya mati. Huh, pasti ada yang salah di sini. Masih, tanpa nama.

Pukulan ketiga dan berikutnya pun tidak berselang lama. Setelah Guppy tinggal berjumlah 8, kini Guppy tinggal berjumlah 5 saja. Ah, mereka pergi terlalu cepat. Dan saya pun masih belum memberikan mereka nama. Mungkin si Mba benar, harusnya 5 ekor yang bisa bertahan. Belum sempat berbicara banyak dan saling mengenal lebih jauh, namun tampak Guppy bergesa untuk pergi.

Sebelum semuanya terlambat, saya harus lebih cepat belajar. Mencari tahu, apa dan siapa mereka. Dan kini, ada 5 pejuang yang menunggu untuk diberi nama. Secepatnya, agar saya bisa berbicara dengan kalian. Agar saya bisa mendengar pelajaran dari kalian. Agar kita bisa saling mengerti. Agar kita bisa kembali belajar bersama.

Maafkan keteledoran ini. Mari kita mulai kembali.

Untuk Guppies yang belum bernama di seluruh dunia

Advertisements

5 responses to “ikan saya tinggal 8 – kini 5

  1. Daripada mereka mati sia-sia, sebelum mereka “dipanggil olehNya” lebih baik dimasak aja, untuk nambah protein..
    So, hidup dan mati nya lebih berguna..

    hehehhe..

  2. Tips Memelihara ikan guppy yg aku dpt dr beberapa blog 😀

    1. Akuarium diisi air yang sudah “diolah” (kalo air ledeng musti diendapkan dan diaerasi semalaman supaya kaporitnya ilang).
    2. Masukkan garam ikan secukupnya, lalu masukkan daun ketapang. Kalo air sudah berwarna agak coklat, daun ketapangnya boleh diangkat. (kalo menurutku daon ketapang tidak terlalu signifikan kebutuannya)
    3. Masukkan ikan guppy secukupnya ke dalam akuarium jangan terlalu padat.
    4. Arus air jangan terlalu kuat atau tidak pake arus juga boleh, yang penting jaga kebersihan air. Lebih baik pake filter.
    5. Makanan : pelet, kutu air, cacing sutra, cacing dara. Kalau saya (pemilik blog) pake kutu air beku, sebab airnya jadi nggak cepet kotor.

    Btw Sha, pernah tau ikan Botia salah satu aset ikan hias air tawar khas Indonesia… menarik bgt deh hehehehe tp mahal bangettt!!!! 😦

    Tp sangat layak dicoba, lbh baik cari info cara2 memeliharanya sebelum membeli lho… hohohohoho

  3. kak shana, i’ve read some of ur writtings n it all cool
    bagus banget tulisan2 nya, nge flow, artistic without needing to be odd

    great ending. always…whooa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s