Cerita Pagi

Gw punya mimpi. Beberapa saat akhir ini, mimpi gw terusik. Kenapa? Karena seakan mimpi gw terlalu besar. Terlalu mengerikan untuk orang-orang di sekitar gw. I am an idealist. But I failed to take my friends with me. Prosesnya bikin sakit euy. Beberapa kali, gw merasa bahwa dunia segitu tidak adilnya. Gw merasa bahwa persiapan sudah dilakukan segitu besarnya, materi sudah dipikirkan segitu lamanya, dan pada pelaksanaannya pun jatuh bangunnya keterlaluan. The result: masih, hanya sebatas menjadi pewacanaan, mendobrak paradigma. Tapi mimpi gw ga terwujud apa-apa. Orang cuma ngambil keuntungan dari situ, dan gw ga bisa terima. Gw merasa bahwa orang tidak pernah mendengar. Mereka lambat, dan bodohnya mereka tidak mau mendengar. Mereka bisa mengakselerasi jika mendengar, tapi mereka memilih untuk tidak mendengar. Apa dulu Rasul seperti ini juga ya? Kenapa setiap menyuarakan sesuatu kebenaran yang baru, resistansinya begitu besar? Kita kadang tidak sadar bahwa kita menghancurkan diri sendiri, kaum sendiri secara perlahan. Leaders. Mana pemimpin yang kuat, punya prinsip, dan patut jadi teladan? Kenapa orang berlomba untuk mendapatkan posisi dan prestise, bukan prestasi? Dan bodohnya, masyarakat pun termakan dengan populisasi ini. Butuh artis, atau pemimpin? Bahkan sekarang rakyat pun memilih untuk mereka tidak bergerak kemana-mana. Kenapa harus bergerak perlahan, ketika semuanya mungkin terjadi dengan cepat? Kenapa harus memilih hal yang mudah, ketika hal yang lebih besar menanti di balik sesuatu yang menuntut usaha yang sedikit lebih besar?
Kepercayaan. Variabel kedua yang menjadi akar dari ‘kondisi’ masyarakat ini. Kita hidup di low trust society, dimana memang kepercayaan antar individu dan kelompok di sini menjadi sangat rendah. Curigaan. Tidak percayaan. Mulai dari yang terang-terangan bilang ‘tidak percaya’ sampai yang berlindung dibalik tameng kata ‘waspada’. Mungkin kita harus lebih jujur pada diri sendiri, sejauh mana sih kita percaya ke orang lain, dan sebesar apa kepercayaan yang diberikan. Mungkin kata kunci ini yang menjadi akar kenapa kita kadang tidak benar-benar ‘mendengarkan’. Survey membuktikan bahwa negara dengan low trust society seperti Indonesia memang sangat lambat perkembangannya, dibandingkan dengan negara high trust society seperti Jepang atau Amerika. Bisa diubahkah kondisi ini? Tinggal memilih. Mengubah bangsa menjadi tulus, atau memanfaatkan ‘ketidakpercayaan’ bangsa ini untuk memajukannya. Pilihan yang aneh.

Listen. The world is trying to sent you message. Listen.

Advertisements

2 responses to “Cerita Pagi

  1. Thx for sharing Sha. Thx for being the role model. Like everybody says, what doesnt kill you will make you stronger. Thx for bringing the spirit back to me.

  2. hemm.. menarik hehehehe lo tau pasti sudah tau arti dr sebuah proses, yaap Sha mungkin lebih tau drpd siapapun apa makna dr sebuah proses itu…

    Tp kalo gw boleh ngasih pendapat, sebuah proses itu tidak mengenal kata ‘akhir’. Yup, menurut gw proses itu hanya akan berakhir ketika kita nanti dipanggil oleh sang Khalik.

    Satu lg, proses menurut gw ‘tidak melihat hasil akhir’… Proses tidak peduli seberapa banyak orang yg akan mendengar, Proses jg tidak peduli seberapa banyak orang yg lari, & Proses tidak peduli berapa byk orang yg hanya mengambil keuntungan dr situ.

    Dan gw harap lo juga tidak pernah berhenti utk ber-‘Proses’.
    Btw lo selesai UAS kapan Sha, gw msh belajar & nyiapin nih kira2 apa aja yg akan dibuat di bisnis proposal-nya… eh iya, kira2 lo minta fee berapa?

    tanx
    au revoir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s