Katakan

Bahwa hari ini, tidak sekelam gelap awan mendung yang selalu menyembunyikan indahnya berkas mentari
Katakan, bahwa kadang hanya takut dan gusar yang tak kunjung terjawab, menjadi hantu yang bertanya-tanya
Perhatikan cara mereka berbicara. Perhatikan cara mereka mendengar. Perhatikan cara mereka mengindera lingkungan.
Aku tidak sepakat dengan adanya kewajaran untuk mengatasnamakan kesalahan. Evaluasi macam apa itu.
Bukan pertanyaan, namun kosong seakan memenuhi.
Apa yang ada. Dan apa yang seharusnya ada.
Rusak. Yah..memang sudah serusak itu.
Aku berbohong. Kamu juga. Kita semua menjadi pembohong besar yang mendustai dunia yang seharusnya bisa menjadi indah dan layak.
Katakan saja semua nilai-nilai idealis itu. Siapa yang sekarang malah mendustai.
Kenapa menyakiti, jika bisa mengobati.
Kenapa memusuhi, jika bisa menemani.
Kenapa menjauh, jika bisa tinggal dan memperbaiki.
Ini bukan masalah apa dan siapa, tapi kenapa dan bagaimana semuanya bisa membaik.
Paling tidak, ada sedikit perjuangan untuk mempertahankan kebenaran
Kamu takut. Saya juga takut. Kita adalah orang-orang yang hidup dalam ketakutan, dan karena itulah kita bisa membuat perubahan.
Katakan, bahwa tidak perlu siap untuk mengatakan bahwa kita siap. Karena tidak akan pernah sesiap itu untuk mengatakan bahwa kita siap melakukan perbaikan.
Kita sudah siap. Silahkan ambil ancang-ancang..

*memang melakukan lebih sulit dari sekedar mengatakan. tapi tidak mengapa, lebih baik declare dan kemudian termotivasi untuk mewujudkannya karena kadung (jadi kayak kontrak sosial gitu deh…)

Advertisements

One response to “Katakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s