lequoaila

Andra & The Backbone – Tak Ada Yang Bisa

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 26, 2009

Saat ku pejamkan kedua mataku

Dan kubayangkan

Di sampingmu

Kurasakan slalu

Hangatnya pelukmu Itu

Dan ku genggam lembut

kedua tanganmu

Seakan takut kehilanganmu

Kuingin selalu hatimu untukku

[Reff]

Tak ada yang bisa menggantikan dirimu

Tak ada yang bisa membuat diriku

Jauh darimu…

[Reff]

Tak ada yang bisa menggantikan dirimu

Tak ada yang bisa menggantikan cintamu

Tak ada yang bisa menggantikan hatimu

Tak ada yang bisa membuat diriku

Jauh darimu…

ENEERRRRRGIIIIII

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 23, 2009

BUZZZZZ UPPPP!

ahahaha, tiba-tiba saja kesetrum energi super besar yang bikin kepala jadi ga bisa tenang, tangan ga bisa berhenti nulis, dan mata ga mau merem..

aneh. si Super Energi lagi minjemin energi dan saatnya kita menggerakkan segenap energi untuk menggalang duplikasi energi yang makin besar lagi.

let’s energizeeeedd…. BUzzzzzzz!

So Close – Jon Mclaughlin

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 19, 2009

You`re in my arms
And all the world is calm
The music playing on for only two
So close together
And when I`m with you
So close to feeling alive

A life goes by
Romantic dreams will stop
So I bid mine goodbye and never knew
So close was waiting, waiting here with you
And now forever I know
All that I wanted to hold you
So close

So close to reaching that famous happy end
Almost believing this was not pretend
And now you`re beside me and look how far we`ve come
So far we are so close

How could I face the faceless days
If I should lose you now?
We`re so close
To reaching that famous happy end
And almost believing this was not pretend
Let`s go on dreaming for we know we are
So close
So close
And still so far

dunia bergejolak kalau tiap orang bergerak sesuai panggilan jiwanya

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 19, 2009

Seringkali kita merasa bahwa kita tidak cukup beruntung, tidak cukup cantik atau ganteng, tidak cukup pintar, dan semua ketidakcukupan lainnya. sering juga kita melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. melihat bahwa kakak kita lebih beruntung dari diri kita sendiri. atau kenapa sih porsi nasi yang boleh dia makan lebih banyak daripada saya?

Pertanyaan berikutnya, apakah kita benar-benar tahu seberapa cantikkah kita dibutuhkan agar kita bisa bahagia? atau seberapa hijaukan rumput yang kita inginkan sebenarnya? begitupula halnya dengan profil kakak beruntung maupun jumlah nasi yang benar bisa membuat kita merasa cukup.

Manusia sering terjebak ke dalam kadar-kadar serta ‘bungkus’ yang membuat mereka lupa akan tujuan. kita fokus kepada persaingan, kompetisi, dan balapan untuk menjadi ‘yang ter-’ tanpa sadar apakah memang menjadi ‘yang ter-’ itu lah hal yang paling baik untuk kita. sebelum menjawab, tentunya jawaban tersebut tidak bisa terpisah dari kesatuan konsep akan tujuan si manusia untuk melakukan aktivitas yang mampu memberikan dia predikat ‘yang ter-’ itu. globalisasi pun membuat persaingan yang tadinya tahunan, bulanan, harian, dan kini terakselerasi ribuan kali lipat hingga per detik akibat fasilitas revolusi informasi. terus menerus saling mengakselerasi kecepatan dan berusaha meninggalkan kompetitor jauh di belakang. tapi, kenapa kita perlu berkompetisi kalau bisa tidak berkompetisi?

sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik akhlaknya..

sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi banyak orang..

Tidakkah kita bertanya-tanya untuk apakah kita diciptakan, dan peran apa yang kita mainkan dalam skenario dunia? Adapun, manusia diciptakan ke dunia dengan tujuan untuk beribadah dan menjadi khalifah (pemimpin). pernahkan kita bertanya beribadah seperti apa, dan pemimpin seperti apa yang dimaksud?

anggap saja dunia kita dihuni oleh 4 M jiwa penduduk, berarti seharusnya terdapat 4 M jiwa yang beribadah dan menjadi pemimpin. dengan demikian, seharusnya ibadah dan kepemimpinan tidak diwakili oleh sebagian kecil manusia saja, melainkan dilakukan oleh masing-masing individunya pada peran, fungsi, dan posisi yang tepat.

jikalau hidup adalah sebuah pertandingan atletik, tentunya kemenangan ditentukan dari siapakah orang yang paling cepat mencapai garis finish tanpa didiskualifikasi. tujuan berlari adalah agar menang, sehingga apapun cara metode dan persiapan yang perlu dilakukan adalah dalam rangka memperkuat otot-otot sehingga si atlet nantinya bisa mencapai garis finish paling cepat. seorang atlit lari dilatih untuk memiliki kapasitas paru-paru yang besar, otot-otot yang fleksibel, serta tungkai yang kuat. seorang atlit lari tidak akan dilatih untuk menendang bola dengan keras, karena dia tidak perlu mampu mencetak gol di pertandingan atletik. tidak pula akan dia dilatih bagaimana untuk memukul shuttle cock dengan smash kencang kerena dia tidak perlu memegang raket saat bertanding atletik.

selama ini, kita selalu diingatkan untuk selalu bekerja keras, tapi kita tidak diberi pemahaman kenapa kita harus bekerja keras, dan bekerja keras seperti apakah yang dimaksud. sekolah mengajarkan jangan membuang sampah sembarangan, tapi kita tidak tahu apa akibatnya kalau sampah dibuang sembarangan saat itu juga dan jumlah ketersediaan tempat sampah yang ada seringkali tidak diperhatikan. dan secara tidak sadar, menjadi terlalu sering mempersoalkan persaingan daripada mengulik metode yang possible untuk meraih tujuan yang diinginkan.

Manusia mungkin lupa bahwa dia diutus ke dunia untuk menunaikan tugas mulia, dimana tiap manusia memiliki peran spesifik yang hanya diketahui dan dapat dilihat oleh dirinya berdasarkan tanda-tanda semesta alam. kita adalah korelasi dan kerterkaitan satu sama lain yang kemudian membentuk jejaring super besar yang tentunya tidak dapat terlepas antar titiknya. Kita sering merasa takut, karena merasa kita tidak cukup kuat dan hebat untuk mengerjakan tugas yang dititipkan kepada kita. Kita sering merasa bahwa ada orang lain yang lebih mampu untuk mengerjakan hal tersebut dibanding diri kita, padahal kita jarang mencari tahu siapa diri kita sebenarnya. tanpa kita tahu siapa diri kita, kita tidak akan tahu apa tujuan istimewa yang menjadi alasan kenapa kita yang lahir ke dunia. Kita tidak tahu, sehingga kita tidak yakin.

Pertarungan internal tersebut semakin memanas ditambah singgungan pertarungan eksternal, dalam hal ini pergesekan lintas individu. ketidakyakinan internal berdampak kita terbelenggu dengan perasaan bahwa orang lain tidak akan mau mengerti diri kita sehingga kitalah yang harus berjuang agar tidak ditindas, sibuk bertahan dan melakukan pembenaran yang tidak benar-benar memahamkan alasan keberadaan kita. tidak mau kalah, harus habis-habisan. terus, dan habis-habisan. dan akhirnya kita lelah bertarung, merefleksikan diri, dan menemukan bahwa kita bukan atlit atletik, melainkan atlit renang dan seharusnya berada di kolam renang bukan lapangan atletik. kita terlanjur berlatih di area yang bukan milik kita. Keberagaman latar belakang keluarga, serta interaksi lingkungan menjadikannya manusia yang unik, tapi hal tersebut tidak mengurangi tujuan penciptaannya : beribadah dan khalifah.

Jika tiap penciptaan dilakukan dengan tujuan mulia, maka pada dasarnya semua manusia adalah baik. hanya saja mereka belum ingat dan mampu membaca tanda-tanda yang akan menuntunnya menujuNya.

Read those signs, listen to your heart, have faith, prepare and practice well, then take actions persistently to fulfil your destiny.

Play our part well, the world will follow

tidak pernah kurang berbagi

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 19, 2009

kebaikan yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat, berlingkungan, berdunia, dan bersemesta dimana setiap elemen paham akan peran dan fungsinya terhadap konfigurasi keterkaitan satu dengan lainnya, kemudian akan membentuk suatu keharmonisan dan keselarasan seluruh inti elemen menuju tujuan penciptaan

Ketika Anda mendapat satu kebaikan, balaslah dengan meneruskan kebaikan tersebut ke-minimal lebih dari satu- pihak lainnya.

Ketika Anda mendapat satu senyuman, balaslah dengan meneruskan senyuman tersebut ke-minimal lebih dari satu- pihak lainnya.

Ketika Anda mendapat satu kue, balaslah dengan meneruskan kue tersebut ke-minimal lebih dari satu- pihak lainnya.

tapi awas ntar jadi gendut! hihihi..

The thing is, we never know what we have and does it enough yet but share to others will not make us to loose anything. Instead of loosing, we will get a lot more. we will never know what will happen next or who will help us. The time, place, and how they help is His secret but He always know the best dramatical part to be happen. Mari berbagi kebahagiaan

selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1430 H

L’Indonésie sur La Vue d’Un Etudiant Indonésian en France

Posted in Uncategorized by lequoaila on September 2, 2009

A Notes by the great Mr. Ronald Nehemia M. Sinaga (sinaga_nehemia@yahoo.com)

Faire des études est une partie importante de notre vie. Je suis en France maintenant, j’ai obtenu ma licence en Indonésie et je vais continuer mes études. J’etudierai le génie électrique ici, mais, je ne veux pas apprendre seulement cela. J’espere que je pourrai apprendre les autres choses qui sont aussi importantes pour vivre sa vie.

Je suis en France pour 2ans, et je vais les utiliser pour explorer la France et la vie française. Je suis en France depuis un mois, la plupart du temps je suis resté à Strasbourg. J’ai fait beaucoup d’activités, j’ai appris la langue française la plupart, mais, j’ai fait aussi beaucoup de visites et j’ai acquis beaucoup de connaissance sur la France dans les domaines de la culture, de l’art, de la technologie, du transport, et plusieurs. J’ai appris un petit peu de l’Histoire de France. La Révolution de 1789 était très intéressante pour moi. Elle est une importante phase pour l’avenir de la France comme grand pays.

La Révolution française, a changé d’une monarchie cruel à une république. Le Roi et les nobles ont perdu leur pouvoir, par contre, tout le monde a eu les droits êgaux. Avant, la vie des gens ordinaires était très difficile parce que ils devaient payer beaucoup d’impôts aux nobles. Ils n’avaient pas la chance égale pour obtenir les positions dans le gouvernement ou dans l’armée.  Les gens étaient valués selon leur niveau socuale non selon leur capacité et leur labeur. Les gens n’avaient pas la chance égale pour vivre leur vie. Bien qu’elle ait pris beaucoup de sacrifices, elle a donné un éclaircissement à la vie de la France. Parce que là, les Français ont reçu un rêve commun, de liberté, d’égalité, et de fraternité. Ce réve encourage tout le monde a penser que chaque personne est importante avec sa propre distinction et personne n’a le droit de maitriser la vie d’un autre ; donc, tout le monde est égal. L’esprit de la Revolution a influencé beaucoup de personnes et je crois qu’elle est le moteur du développement de la France comme une grande nation.

L’Indonésie est une nation qui a beaucoup de resources naturelles, une culture unique et divers, et des ressources humaines capables. Mais, maintenant, après 64ans d’indépendence, elle n’est pas devenue comme une pays avancé. Elle est positionnée à la place 107 dans la liste des pays par produit intérieur bruit (PIB). Elle a beacoup de resources naturelles, mais, la majorité est extraite par des compagnies étrangères. Elle est très dépendante des autres pays, bien qu’elle ait beaucoup de potentiel. La dépendence fait mal. La majorité des Indonesiens n’ont pas de chance d’avoir de une bonne education, une bonne santé, et de realiser leur réve.

L’Indonesie était divisée en plusieurs royaumes, et après elle était une colonie de Pays Bays. D’habitude, les Indonésiens ont véçu sous les ordres d’autres. Donc, nous ne trouvons pas facile d’être indépendants, être créatifs, de croire dans notre capacité. Je crois que notre condition sont pareilles ayx conditions de la France avant La Revolution. Mais, nous devons apprendre de La Révolution de France. Les gens doivent partagé la quantité égale de connaissances, donc, comme en France, les gens peuvent savoir la verité. Quand on sait la vérité on peut faire le mieux. Apres, nous devons eliminer l’habitude d’envisager les autres comme des personnes inférieures, au contraire, nous devons les encourager, donc, ils peuvent réaliser leur réve. Enfin, les Indonésiens, nous devons éliminer le complexe d’infériorité. Nous sommes égaux avec les autres. Chaque personne est importante et tous ont leur propre capacité. Ayez votre réve, et collaborez !

Thx Nemi!