Om Jin menulis..
seorang sahabat saya yang baik hati mengatakan bahwa dia tidak mau menulis. katanya, terinspirasi dari seorang xxxxx yang adalah xxxxx…
ugh..postingan g jelas. hehe. tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat saya, Mr. pemuda setempat.
orang hebat, yang tenang, punya curiosity tinggi, dan bisa diandalkan.
calon manusia Indonesia idaman masa depan
Ayo, Niel, kita menulis. Kartini mengatakan, menulis adalah untuk keabadian.
INDONESIA MERDEKA!!!!
ikan saya tinggal 8 – kini 5
ada yang kenal baik dengan tipikal ikan Guppy?
beralih dari memelihara Bimbo dan Rufio yang kini kutitipkan ke kolam yang lebih besar, sekarang saya punya peliharaan baru berupa ikan-ikan Guppy yang warna-warni dan kecil.
tulisan diatas beserta judulnya saya mulai ketika ikan Guppy saya masih 8 ekor, padahal sebelumnya ada 12 ekor. yah, ternyata, ganti pemain ganti pula perilakunya. seingat saya, dulu pertama kali membeli Bimbo dan Rufio – yang kini telah pindah rumah – saya merasa jauh lebih was-was. kata orang, ikan mas koki itu super rewel, gampang jamuran, gampang sakit. pengalaman menghabiskan waktu bersama mereka, saya mendapat ilmu baru, bahwa ternyata mas koki memiliki very short term memory, 3 detik saja! itu kenapa mereka selalu makan padahal baru dikasi makan beberapa saat sebelumnya – mereka lupa kalau mereka sudah makan. Hidup bersama Bimbo dan Rufio begitu menyenangkan, mereka membantu saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Hingga masa mudik lebaran tahun lalu, kedua pejuang ini saya titipkan di rumah seorang kawan mengingat ukurannya yang sudah membesar dan memerlukan wahana bermain yang lebih luas.
Lama tanpa akuarium berikan yang menemani saya bekerja, kemudian saya membeli lagi 11 ekor Guppy. kejadiannya cukup lucu. Dua kali bolak-balik karapitan, hanya untuk melihat siapakah makhluk yang beruntung untuk bergabung menjadi penghuni Dago 128c berikutnya. Awalnya, tertarik untuk mengadopsi another mas koki, namun pencarian berakhir dengan kekecewaan. Tidak ada ikan koki yang berkarakter dan mampu menggetarkan hati saat melihatnya. Tampaknya, saya masih kesengsem sama kharisma Bimbo dan Rufio, ada rasa belum ingin menggantikan mereka dengan koki yang lain. Alhasil, tibalah di depan kawanan ikan – yang saat itu saya tidak tahu apa namanya – yang berenang-renang berkawanan dengan bahagia. Ada solidaritas di antara mereka, kenyamanan dan keamanan untuk berkomunitas, dan responsivitas terhadap perilaku di luar akuarium mereka. Jatuh hati untuk kedua kalinya. Saya ingin mengundang mereka menjadi penghuni Dago 128c, sebelum saya bawa ke Ganesha 10 untuk menjadi penghuni baru bekas gedung MKOR atau Campus Center.
Bersemangat dengan spesies baru, saya berdebat dengan Mba penjual. Si Mba bilang kalau jumlah Guppy yang sesuai dengan ukuran akuarium saya adalah 5 ekor. Masih terpesona dengan kerumunan Guppy di akuarium sebelah, hati saya menginginkan jumlah Guppy yang lebih banyak. Biar bisa berkerumun, alasannya. Mba pun menyerah. dan hari itu, pulanglah bersama saya 11 pejuang Guppy – eh, Guppies. Beda dengan Bimbo dan Rufio, 11 anak baru ini belum saya beri nama. Entah mengapa, tampak bingung mencari 11 nama baru yang bisa direkatkan ke mereka. Ketelatan pemberian nama ini pun berlanjut, hingga saya tidak sedekat itu dengan mereka.
Akuarium itu pun diisi dengan 11 ekor Guppy baru, denga warna-warni dasar merah-biru-putih. beda dengan sebelumnya, kini dilengkapi dengan tanaman air sebagai sumber O2. Pompa lebih kecil yang dicurigai tidak cukup tangguh untuk menjernihkan air. Pasir 3 bungkus, menjadi pelengkap dunia buatan para ikan tersebut. Nuansa yang diberikan pun berbeda, kerumunan ikan yang mengutamakan solidaritas dan komunitas. Menarik untuk diamati.
Pukulan pertama ketika salah satu Guppy mati mendadak. Kaku, dingin, dan terdampar di hamparan pasir. Kaget dan sedih. Bahkan nama pun belum sempat saya berikan, namun Tuhan sudah berkehendak lain. Si biru lucu harus pergi meninggalkan teman-temannya. Uh, seandainya dia sudah memiliki nama.
Esoknya, saya membeli Guppy tambahan 2 ekor sekaligus pompa baru dengan kapasitas pembersihan yang lebih baik. Tidak berhenti disana, pukulan kedua pun datang. lagi-lagi, Guppy tiba-tiba mati dengan kondisi yang sama. Panik. Tidak pernah begitu cepat ikan-ikan saya mati. Huh, pasti ada yang salah di sini. Masih, tanpa nama.
Pukulan ketiga dan berikutnya pun tidak berselang lama. Setelah Guppy tinggal berjumlah 8, kini Guppy tinggal berjumlah 5 saja. Ah, mereka pergi terlalu cepat. Dan saya pun masih belum memberikan mereka nama. Mungkin si Mba benar, harusnya 5 ekor yang bisa bertahan. Belum sempat berbicara banyak dan saling mengenal lebih jauh, namun tampak Guppy bergesa untuk pergi.
Sebelum semuanya terlambat, saya harus lebih cepat belajar. Mencari tahu, apa dan siapa mereka. Dan kini, ada 5 pejuang yang menunggu untuk diberi nama. Secepatnya, agar saya bisa berbicara dengan kalian. Agar saya bisa mendengar pelajaran dari kalian. Agar kita bisa saling mengerti. Agar kita bisa kembali belajar bersama.
Maafkan keteledoran ini. Mari kita mulai kembali.
Untuk Guppies yang belum bernama di seluruh dunia
INKM 2008
INKM = INisiasi Keluarga Mahasiswa
ada yang nyebutnya In-Ka-Em, atau I-En-Ka-Em, atau apapun itu..
ini dia si gajah yang jadi interest anak2 kampus jaman sekarang. 7 hari lagi!!!
buat panitia, ayo bersiap bergegas
buat massa kampus, ayo berpartisipasi
buat itb, ayo beriringan
buat masyarakat, mohon doanya
buat 2008, ayo ikutan
Selamat Datang Putra-Putri Masa Depan Bangsa….!!!dari kickfest gasibu..
yo, mari,,
saya hanya disuruh menulis link ini : www.britishcouncil.or.id
oce…
yuk mari, berjalan2..




9 comments